Fakta Unik, Beda Pacaran dan PDKT

| Sabtu, 19 November 2016
Beda PDKT sama PACARAN

Banyak orang berkata, masa PACARAN tak akan seindah masa PDKT. menanggapi hal ini, banyak yang membenarkan namun ada juga yag menyangkal.
Ini aku kasih sedikit alasan yang mengapa orang bilang masa pacaran tak seindah masa pdkt..
 MASA PDKT = coba  mengenal. Pada masa ini kamu masih merasa segan pada si dia, banyak hal yang tak bisa kamu ungkapkan dengan jujur. Selalu membuat dia merasa nyaman,  hal tersebut seolah menjadi prioritas utamamu. Lalu dengan kamu yang terang-terangan bilang aku sayang.. aku kangen.. atau kamu merasa kesal dia nggak ada kabar atau pesan kamu dicuekin.. nah beberapa  hal tersebut yang menjadi contoh dari hal-hal yang harus kamu tahan. ya bagaimana tidak.. kamu siapa dia siapa.
lalu bagaimana dengan pacaran..                                                       
MASA PACARAN = masa mencoba saling terbuka. “kita sudah berkata akan saling menerima diri masing-masing apa adanya. inilah aku.. aku yang menyayangi kamu dan ingin selalu kamu perhatikan dan kamu mengerti”.
Hhm.. dari contoh kesimpulan diatas, bisa sedikit dipahami kan.. Mengapa orang pacaran bisa atau malah sering berantem sementara pdkt hanya ada yang indah-indah saja (tapi perlu dicatat, pdkt juga tak kalah banyak makan ati.. bila ternyata hanya bertepuk sebelah tangan). hhehe..
kenapa saya berkata demikian..  karena iya benar, masa pdkt memang sangat indah, seakan yang ada hanya hal-hal yang indah saja. Tak ada cerita anda akan bertengkar untuk suatu hal, yang keluar hanyalah kata-kata manis, pujian serta candaan. Menyembunyikan banyak hal didalam sana yang ingin  dikatakan, namun tak bisa  diungkapkan.
 Point penting yang bisa dicatat dari kasus pdkt. Pertama.. kamu pdkt dalam waktu yang singkat lalu memutuskan pacaran ATAU kamu sudah telanjur menikmati masa pdkt dan terlalu takut untuk bergerak.
2 hal diatas sekilas mungkin terdengar sama.. namun dalam kenyataannya jelas tidaklah sama.
Pertama, Kamu PDKT sebentar lalu memutuskan PACARAN. Dalam kasus ini mungkin cerita.. bulan pertama manis, kedua.. masih manis, ketiga.. mulai muncul tanda-tanda, akan berlaku. hhaha..
Perlu dan asal kamu tahu bahwa dimasa inilah kedewasaan kalian sebagai pasangan mulai diuji. Perasaan, rasa sayang, kepedulian, ketulusan, pengertian, serta perhatian kalian akan dipertanyakan. Ujian tersebut tak akan berhenti melainkan akan terus berlanjut, Kalianlah yang menentukan akan dibawa kemana dan bagaimana menyikapinya.
lalu untuk kasus kedua.. Terlanjur nyaman menikmati masa PDKT.
“kami selalu punya waktu untuk masing-masing, hampir tiap hari kami bercerita banyak hal. Aku merasa nyaman dengannya dan begitupun dengannya kurasa. Lalu apa masalahnya.. toh semua fine fine saja kan”
disatu sisi mungkin kalimat tersebutlah yang akan terlontar sebagai jawaban. Biasanya sisi yang mengatakan kalimat diatas rata-rata dari para cowok.
“apalah daya, wanita hanya bisa menunggu dan ngasih kode”
yapp.. menyedihkan memang, namun terkadang hal tersebutlah yang terjadi. seperti hukum alam, cewek lebih pada ‘perasaan’ sementara cowok pada ‘logika’..
PDKT.. fase saling mengenal masing-masing, berbagi cerita.. bila merasa cocok, maka waktu tanpa terasa terus mengalir begitu saja. Rasa nyaman tercipta yang akhirnya menumbuhkan rasa suka serta sayang yang berujung pada rasa ingin memiliki dan melindungi.
beruntunglah.. bagi yang langsung bisa memiliki komitmen yang sama.. langkah melanjutkan sebagai pasangan kekasih(pacaran) pun diputuskan.
Namun perlu dicatat.. HATI dan PIKIRAN itu bukan hal yang mudah untuk disatukan, RASA itu bukan hal yang mudah untuk diputuskan. Banyak faktor yang bisa berpengaruh, entah itu karena masa lalu, atau karena pola pikir, atau apapun itu.
“iya aku suka, tapi untuk pacaran.. entahlah”
nah hayoo.. miris bukan bila yang terjadi adalah yang demikian, padahal rasa itu sudah terlanjur ada dan tumbuh.
Munculah pertanyaan.. gimana sih ngatasin masalah kea gini?
Jawabannya simpel aja sih.. minta kepastian sama dia lalu dengar jawabannya..
“...aku nyaman sama kamu.. tapi kita tetap sahabatan ya..”
bila ia malah berkata demikian.. maka stop kamu baperan atau berharap. mencari seseorang yang baru pun bisa kamu lakukan, biar bisa lupa sama dia yang nganggep kamu sahabat. Ya walaupun itu tak akan mudah karena kamu sudah menjadikan dia salah satu yang special. Tapi kamu pasti bisa kok. #smile
next...
“...aku hargain kamu yang udah punya perasaan sama aku, makasih ya.. tapi aku udah anggap kamu seperti kakak/adik aku sendiri. Aku nyaman sama kamu, tapi ya aku cuma bisa sebatas ini aja ”
huaaa sesak bro... ya mungkin sekilas yang kedua ini terdengar lebih sesak.. tapi yang kedua ini tingkat digantungnya lebih ringan kok daripada yang pertama.. kenapa? ya bedain aja.. mana ada kakak adik yang pacaran.. tapi sahabat, kadang bisa lebih intim. Pokoknya pinter-pinter kamulah buat kendaliin perasaan.. intinya, jangan sampai masalah sperti demikian menghalangi langkah kamu buat mengejar cita-cita dan jadi orang sukses.. ingat! kalau JODOH nggak akan kemana, mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu, atau mungkin.. diwaktu ini kalian belum diizinkan Tuhan untuk bersama. so, keep fighting! ok..
ya mungkin hanya uraian singkat itu saja yang bisa aku kasih untuk sedikit gambaran dari kasus yang banyak terjadi dikalangan masyarakat terutama anak muda.. hhm yang aku  tulis hanya secara garis besar saja, diluar sana masih banyak kasus-kasus dan alur yang terjadi. so.. this is just my opinion.. lebih dan kurangnya, harap dimaklumi. see u..
#belajarnulis
open kritik.. ^-^

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲