Beda PDKT sama PACARAN
Banyak orang berkata, masa PACARAN tak akan seindah masa
PDKT. menanggapi hal ini, banyak yang membenarkan namun ada juga yag
menyangkal.
Ini aku kasih sedikit alasan yang mengapa orang bilang masa
pacaran tak seindah masa pdkt..
MASA PDKT = coba mengenal. Pada masa ini kamu masih merasa
segan pada si dia, banyak hal yang tak bisa kamu ungkapkan dengan jujur. Selalu
membuat dia merasa nyaman, hal tersebut
seolah menjadi prioritas utamamu. Lalu dengan kamu yang terang-terangan bilang
aku sayang.. aku kangen.. atau kamu merasa kesal dia nggak ada kabar atau pesan
kamu dicuekin.. nah beberapa hal
tersebut yang menjadi contoh dari hal-hal yang harus kamu tahan. ya bagaimana
tidak.. kamu siapa dia siapa.
lalu bagaimana dengan pacaran..
MASA PACARAN = masa mencoba saling terbuka. “kita sudah
berkata akan saling menerima diri masing-masing apa adanya. inilah aku.. aku
yang menyayangi kamu dan ingin selalu kamu perhatikan dan kamu mengerti”.
Hhm.. dari contoh kesimpulan diatas, bisa sedikit dipahami
kan.. Mengapa orang pacaran bisa atau malah sering berantem sementara pdkt hanya
ada yang indah-indah saja (tapi perlu dicatat, pdkt juga tak kalah banyak makan
ati.. bila ternyata hanya bertepuk sebelah tangan). hhehe..
kenapa saya berkata demikian.. karena iya benar, masa pdkt memang sangat
indah, seakan yang ada hanya hal-hal yang indah saja. Tak ada cerita anda akan
bertengkar untuk suatu hal, yang keluar hanyalah kata-kata manis, pujian serta
candaan. Menyembunyikan banyak hal didalam sana yang ingin dikatakan, namun tak bisa diungkapkan.
Point penting yang
bisa dicatat dari kasus pdkt. Pertama.. kamu pdkt dalam waktu yang singkat lalu
memutuskan pacaran ATAU kamu sudah telanjur menikmati masa pdkt dan terlalu
takut untuk bergerak.
2 hal diatas sekilas mungkin terdengar sama.. namun dalam
kenyataannya jelas tidaklah sama.
Pertama, Kamu PDKT sebentar lalu memutuskan PACARAN. Dalam
kasus ini mungkin cerita.. bulan pertama manis, kedua.. masih manis, ketiga..
mulai muncul tanda-tanda, akan berlaku. hhaha..
Perlu dan asal kamu tahu bahwa dimasa inilah kedewasaan
kalian sebagai pasangan mulai diuji. Perasaan, rasa sayang, kepedulian,
ketulusan, pengertian, serta perhatian kalian akan dipertanyakan. Ujian
tersebut tak akan berhenti melainkan akan terus berlanjut, Kalianlah yang
menentukan akan dibawa kemana dan bagaimana menyikapinya.
lalu untuk kasus kedua.. Terlanjur nyaman menikmati masa
PDKT.
“kami selalu punya waktu untuk masing-masing, hampir tiap
hari kami bercerita banyak hal. Aku merasa nyaman dengannya dan begitupun
dengannya kurasa. Lalu apa masalahnya.. toh semua fine fine saja kan”
disatu sisi mungkin kalimat tersebutlah yang akan terlontar
sebagai jawaban. Biasanya sisi yang mengatakan kalimat diatas rata-rata dari
para cowok.
“apalah daya, wanita hanya bisa menunggu dan ngasih kode”
yapp.. menyedihkan memang, namun terkadang hal tersebutlah
yang terjadi. seperti hukum alam, cewek lebih pada ‘perasaan’ sementara cowok
pada ‘logika’..
PDKT.. fase saling mengenal masing-masing, berbagi cerita..
bila merasa cocok, maka waktu tanpa terasa terus mengalir begitu saja. Rasa
nyaman tercipta yang akhirnya menumbuhkan rasa suka serta sayang yang berujung
pada rasa ingin memiliki dan melindungi.
beruntunglah.. bagi yang langsung bisa memiliki komitmen
yang sama.. langkah melanjutkan sebagai pasangan kekasih(pacaran) pun
diputuskan.
Namun perlu dicatat.. HATI dan PIKIRAN itu bukan hal yang
mudah untuk disatukan, RASA itu bukan hal yang mudah untuk diputuskan. Banyak
faktor yang bisa berpengaruh, entah itu karena masa lalu, atau karena pola
pikir, atau apapun itu.
“iya aku suka, tapi untuk pacaran.. entahlah”
nah hayoo.. miris bukan bila yang terjadi adalah yang
demikian, padahal rasa itu sudah terlanjur ada dan tumbuh.
Munculah pertanyaan.. gimana sih ngatasin masalah kea gini?
Jawabannya simpel aja sih.. minta kepastian sama dia lalu
dengar jawabannya..
“...aku nyaman sama kamu.. tapi kita tetap sahabatan ya..”
bila ia malah berkata demikian.. maka stop kamu baperan atau
berharap. mencari seseorang yang baru pun bisa kamu lakukan, biar bisa lupa
sama dia yang nganggep kamu sahabat. Ya walaupun itu tak akan mudah karena kamu
sudah menjadikan dia salah satu yang special. Tapi kamu pasti bisa kok. #smile
next...
“...aku hargain kamu yang udah punya perasaan sama aku,
makasih ya.. tapi aku udah anggap kamu seperti kakak/adik aku sendiri. Aku
nyaman sama kamu, tapi ya aku cuma bisa sebatas ini aja ”
huaaa sesak bro... ya mungkin sekilas yang kedua ini
terdengar lebih sesak.. tapi yang kedua ini tingkat digantungnya lebih ringan
kok daripada yang pertama.. kenapa? ya bedain aja.. mana ada kakak adik yang
pacaran.. tapi sahabat, kadang bisa lebih intim. Pokoknya pinter-pinter kamulah
buat kendaliin perasaan.. intinya, jangan sampai masalah sperti demikian
menghalangi langkah kamu buat mengejar cita-cita dan jadi orang sukses.. ingat!
kalau JODOH nggak akan kemana, mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu, atau mungkin..
diwaktu ini kalian belum diizinkan Tuhan untuk bersama. so, keep fighting! ok..
ya mungkin hanya uraian singkat itu saja yang bisa aku kasih
untuk sedikit gambaran dari kasus yang banyak terjadi dikalangan masyarakat
terutama anak muda.. hhm yang aku tulis
hanya secara garis besar saja, diluar sana masih banyak kasus-kasus dan alur
yang terjadi. so.. this is just my opinion.. lebih dan kurangnya, harap
dimaklumi. see u..
#belajarnulis
open kritik.. ^-^


0 komentar:
Posting Komentar